Cerita Sohib soal HerBoyfriend

Sehari setelah ulang tahun 9ue bulan April lalu, Sohib 9ue yang paling 9ue sayang datang ke rumahku. Dia cerita banyak ke aku, salah satunya tentang cowoknya yang sekarang udah jadi mantan.

Ceritanya, dia jadian gara-gara mau dakwah. Nggak kepikiran gitu sih sebelumnya. Pokoknya ntu cowok sering liat dia dan minta kenalan truz “nembak” deh. Klasik banget, kan? Awalnya sohib 9ue nggak mau tapi ntu cowok maksa terus.

Sohib 9ue tahu kalau cowok itu playboy. Yah… itu juga karena dia pernah dikecewain sama mantan ceweknya. Akhirnya mereka jadian. Seperti yang udah 9ue duga, pacarannya garing banget. Sohib 9ue bilang sih nggak ada cinta sama sekali buat ntu cowok. Dia jadian hanya karena mau merubah cowok itu. Gayanya premanis banget sih…

Berawal dari niat itu, dia menetapkan target selama 6 bulan. Deuh… kayak cerita “Jadian 6 Bulan” karya Rhein Fathia aja deh! Perlahan-lahan cowok itu berubah. Nggak merokok, nggak pakai rantai dan jadi lebih sopan. Mudah-mudahan aja berhenti jadi playboy. TAPI……. Gimana dengan perasaan cowok itu????

Kebayang nggak sih??? Rasa suka, cinta, apalagi sayang kayaknya udah nyantol banget tuh. Sohib 9ue juga kayaknya nggak tega mutusinnya gitu. Jangan sampe aja tuh anak jatuh cinta beneran! Sesuai janji kami waktu SMP.

Sohib 9ue bilang sama cowoknya (ceritanya ngikutin gaya Tiara di Novel itu) “kalau kamu mau sabar, kalau kita berjodoh, kamu mau kan tunggu aku 8 tahun lagi?” deuh…

Dari cerita sohib 9ue, 9ue jadi mau “nyobain” rasanya pacaran. Hmh…

“Ret, dari dulu kamu nggak pernah dengerin kata-kata aku! Pacaran itu nggak enak ujungnya. Selalu nyakitin. Kalau kamu nggak percaya coba aja!” ancamnya.

“emangnya kenapa?” Tanya 9ue.

“ya nggak enak. Coba aja! Ntar juga kamu ngerasain deh,” dia menelan makanannya dan mulai melanjutkan bicara, “tapi Ret, kalau kamu pacaran jangan sama orang baik-baik,”

“lho?!” 9ue jadi tambah penasaran nih.

“jangan, Ret. Orang baik-baik pacaran? Bullshit tau! Apalagi anak rohis yang dari gayanya ikhwan tulen gitu. Cowok baik-baik apalagi ikhwan rohis gitu mana ada yang mau pacaran?! Kalau ada sih… namanya jadi-jadian! Hehehe… “

Dia bener juga, ya… lagian kalau pacaran sama orang yang baik-baik terus putus… WAAAAA nggak kebayang deh sedihnya kayak apa! Pasti ngerasa kehilangan banget. Hehe… (kayak udah pernah putus cinta aja!). serius lho! Kata orang, putus cinta itu sakit.

“aku juga sebenernya nggak tega mutusin dia, tapi aku kan udah komitmen, 6 bulan! Nggak lebih,”

Tuh kan… entah itu memang yang keluar dari hatinya atau tidak. Sori ya guyz… tapi di mata aku, kamu menyembunyikan sesuatu dari aku waktu itu. Mungkin seperti kesedihan walaupun kamu ngomongnya sambil senyum-senyum n’ makan kripik. Tapi di saat makan kripik itulah sedihnya kelihatan. Hehehe… kidding!

Gimana ya kira-kira kalau 9ue pacaran?! Waikz… bukan sama orang baik-baik. Tantangan besar buat ngerubah orang itu kembali pada fitrahnya. Jangan ambil senangnya dulu. Fikirkan resikonya!

Risalah Jenazah

Segala puji bagi Alloh yang telah memberikan karunia Nya kepada ummat manusia agar supaya manusia mensyukurinya.
Sholawat beriring salam selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, demikian juga kepada keluarga dan sahabat – sahabatnya serta para pengikut-pengikutnya yang masih istiqomah dengan ajaran-ajarannya.
Alloh Ta’ala berfirman
“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian”. (Q.S Ali Imron :185 ).
Wahai saudara yang menyadari akan arti kehidupan. Mati adalah sesuatu yang pasti bagi kita, tentunya kita menginginkan agar mayat kita diurus dengan benar sesuai dengan ajaran Rosul Shollallohu ‘Alaihi Wasallam. Nah….! Kalau kita menginginkan agar mayat kita diurus orang lain, maka hendaknya kita juga harus bisa mengurus jenazah, bagaimana cara mempersiapkan pemandian bagi jenazah, memandikannya, mengkafaninya, mensholatkan, sampai kita menguburkannya. Maka kami coba untuk membuat risalah jenazah yang kami sarikan dan kami nukilkan dari kitab Al Wijaazah fi Tajhiizi Al Janaazah karangan Abdurrohman bin Abdulloh Al Ghaits.
B. MEMANDIKAN JENAZAH.
a. Orang yang berhak memandikan jenazah. Read more »

Ramalan Peramal-Peramal Terkemuka

Selain keterangan daripada setiap agama besar di dunia ini, terdapat pula sekumpulan peramal yang terkenal di dunia yang turut meramalkan kedatangan Imam Mahdi atau seorang pemimpin yang bertaraf dunia, yang akan turun untuk menjalankan pemerintahan yang sangat adil, pada zaman ini, pada abad ini, kurun ini dan alaf ini. Memang meramal sesuatu ramalan adalah suatu perbuatan yang buruk, boleh mendatangkan impak besar kepada akidah kita. Namun ramalan yang bertepatan maksudnya dengan perkabaran hadis-hadis, berita-berita daripada asar para sahabat RA, kasyaf para wali dan firasat para mukmin tidak salah jika disebutkan, karena keterangan mereka ini sebenarnya membantu menjelaskan lagi maksud hadis-hadis, asar-asar, kasyaf-kasyaf dan firasat-firasat itu. Hal ini sebenarnya tidak menjejaskan iman kita jika betul cara dan tempatnya.

Sebagian mereka ini adalah peramal semata-mata, manakala sebagian lagi adalah orang-orang besar bagi agama masing-masing, yang telah mencapai taraf kasyaf pula, yaitu menurut pandangan agama mereka.

Antara peramal bertaraf antarabangsa yang amat terkenal pada hari ini adalah Michel de Nostredame atau Nostradamus Read more »

hudzaifah.org

Alangkah indahnya Islam. Kedudukan manusia dinilai dari ketaqwaannya, bukan dari gendernya. Ini adalah strata terbuka sehingga siapa saja berpeluang untuk memasuki strata taqwa.
Ikhwan dan akhwat adalah dua makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berbeda. Ikhwan, sebagaimana ia, memang diciptakan lebih dominan rasionalitasnya karena ia adalah pemimpin bagi kaum hawa. Akhwat, sebagaimana ia, memang diciptakan lebih dominan sensitivitas perasaannya karena ia akan menjadi ibu dari anak-anaknya.
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. 9: 71)
Di lapangan, ikhwan dan akhwat harus menjaga hijab satu sama lain, namun tentu bukan berarti harus memutuskan hubungan, karena dalam da’wah, ikhwan dan akhwat adalah seperti satu bangunan yang kokoh, yang sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain.
Belakangan ini menjadi sebuah fenomena baru di berbagai LDK kampus tentang sedikit ‘konfrontasi’ ikhwan dengan akhwat. Tepatnya, tentang kurang cepat tanggapnya da’wah para ikhwan yang notabene adalah partner da’wah dari akhwat.
Patut menjadi catatan, mengapa ADK akhwat selalu lebih banyak dari ADK ikhwan. Walau belum ada penelitian, tetapi bila melihat data kader, pun data massa dimana jumlah akhwat selalu dua sampai tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan ikhwan, maka dapat diindikasikan bahwa ghirah, militansi dan keagresifan berda’wah akhwat, lebih unggul. Meski memang hidayah itu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, namun tentu kita tak dapat mengabaikan proses ikhtiar.
Akhwat Militan, Perkasa dan Mandiri? Sejak kapankah adanya istilah Akhwat militan, perkasa dan mandiri ini? Berdasarkan dialog-dialog yang penulis telaah di lapangan, dan di beberapa LDK, ternyata hampir semua akhwat memiliki permasalahan yang sama, yaitu tentang kurang cepat tanggapnya ikhwan dalam menghadapi tribulasi da’wah. Bahkan ada sebuah rohis yang memang secara turun temurun, kader-kader akhwatnya terbiasa mandiri dan militan. Mengapa? Karena sebagian besar ikhwan dianggap kurang bisa Read more »

I Love You So Much

I love you

Love is a fantasy… I love my love.

I love Allah,

I love Rasulullah,

I love my Mother,

I love my Father,

I love my Family,

I love my Teacher,

I love my best friend,

I love my friend,

I love Book,

And thats so many reasons why. I dont you to change to be bad, to be others.

I love just the way you are…