Cantik yang Merusak

botoxBotox = Botulinum toxin

Botox sebenarnya merupakan racun yang bersifat merusak daging hingga disebut “sosis racun” oleh penyair asal Jerman, Justinus Kerner. Pada tahun 1944, Edward Schantz berhasil menghilangkan factor racun dalam botox hingga tahun 1949 Grup Burgen berhasil menemukan bahwa botox bias menghambat transmisi syaraf. Walaupun di tahun-tahun terdahulu botox sudah sering digunakan untuk mempercantik diri, ternyata izin penggunaannya dalam kecantikan baru diperoleh tahun 2006 di Amerika Serikat.

Cara kerjanya yaitu dengan disuntikkan di bagian yang berkerut seperti dahi, mata dan hidung. Kadang-kadang juga disuntikkan ke bibir agar sensual dan sexy. Biasanya otak akan mengirim pesan ke otot untuk mengencang atau mengendur. Nah… kerja botox adalah menyimpan pesan dari otak supaya tidak sampai ke otot. Makanya setelah diBotox, biasanya kulit kencang kembali.

Eits… tunggu dulu! Efek samping dari suntik Botox ini adalah sesak nafas, pusing, infeksi pernafasan, dan flu. Tapi Botox yang berlebihan juga akan mengakibatkan muka jadi aneh, kulit yang ketarik ke belakang, dll. Jadi seakan-akan wajah ketarik ke belakang secara nggak normal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s