Menyibak Tabir Rahasia

Huy guys… lama gak nulis lagi di sini. mohon maaf belakangan ini saya sibuk kuliah. *bletak!*
Hari ini saya ke MUI (Masjid UI) untuk mengkaji Islam bersama teman-teman. Maaf, nama dirahasiakan karena peraturannya begituh. ada beberapa rahasia yang baru saya sadari. Ada beberapa Ilmu dan beberapa pertanyaan yang saya dapatkan.

  1. “Catatlah ilmu dengan menulisnya” saya baru benar-benar meresapi maknanya. tadinya saya hanya berfikir berbagi sedikit ilmu di blog akan menambah ilmu saya karena sewaktu-waktu saya lupa bisa dibaca lagi. tidak perlu repot mencari di mana file-nya jika disimpan di harddisk pribadi atau tidak perlu khawatir lupa di mana saya mencatatnya jika dicatat di kertas. Blog, Internet merupakan media yang bagus untuk berbagi ilmu. Bukan hanya itu tujuannya, ternyata.
    Jadi, jika kita mencatat ilmu, catatan ilmu kita itu akan menjadi saksi di akhirat nanti bahwa dulu kita bernah belajar ini itu dan mencatatnya di sana. misalnya di buku, bukunya akan menjadi saksi. “Yaa Allah, benar si fulanah pernah menuntut ilmu dan mencatatnya padaku. kalo dicatet di laptop, laptopnya yang jadi saksi kali ya? hehe… Wallahu’alam. Lagi pula, pahala ilmu yang bermanfaat itu sepanjang masa, sampai kiamat. pahala yang nggak putus2. Subhanallah….
  2.  

  3. Shalat itu wajib hukumnya. dari levelnya orang sehat sampai levelnya orang sakit parah. orang yang sehat harus solat secara normal, sedangkan orang sakit juga harus solat menurut kadar kemampuannya sampai level solat dengan hati.
    Lalu saya terfikir oleh tayamum alias wudhu dengan menggunakan debu. kenapa debu menjadi pengganti air? mengapa debu itu suci? padahal Suci bukan debu *halah*. saya kembali teringat kejadian satu tahun yang lalu di kelas Pak Leo. Beliau pernah berkata bahwa debu itu berbahaya. Debu terdiri dari air dan kuman-kuman.
  4. Hm…. saya harus lebih meneliti debu lagi nih.

  5. Dulu saya selalu bertanya-tanya “kok orang yang tinggi itu jodohnya sama orang yang pendek ya?” atau “wuiiih istrinya cantik betul, tapi suaminya kok ?? “
  6. Walaupun kebanyakan orang melihat lawan jenisnya dari segi fisiknya dulu *terutama* tetapi pada akhirnya bukan itu yang menentukan. Belahan jiwa kita hanya seindah jiwa kita¬† -MT Quote- pada akhirnya bukan fisik yang menentukan kelangsungan hidup rumah tangga -walaupun itu juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi sih- tetapi hati, keindahan jiwa kita. bukanlah lebih jika “beauty outside, beauty inside?” hehe….

Udah kali ya segitu dulu yang bisa saya sampaikan. see ya next!

2 thoughts on “Menyibak Tabir Rahasia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s