Change Manajement

Perubahan adalah suatu proses dimana kita berpindah dari kondisi yang berlaku menuju ke kondisi yang diinginkan, yang dilakukan oleh individu, kelompok serta organisasi dalam hal bereaksi terhadap kekuatan-kekuatan dinamik internal maupun eksternal.

Alasan mengapa suatu perusahaan harus berubah:

  1. Adanya restrukturisasi
  2. Re-engineering
  3. E-engineering
  4. Inovasi
  5. TQM (total quality management)

Konsep perubahan dibedakan:

  1. Perubahan yang tidak direncanakan.
  2. Perubahan yang direncanakan.

Menurut Kurt Lewit perubahan terdiri dari tiga fase:

  1. Pencarian >> mempersiapkan sebuah situasi untuk perubahan.
  2. Perubahan >> mencakup tindakan memodifikasi aktual dalam manusia, tugas-tugas, struktur dan atau teknologi.
  3. Pembekuan kembali >> tahapan final dari proses perubahan. Didesain untuk memelihara memontum suatu perubahan, dimana secara positif “dibekukan” hasil-hasil yang diinginkan.

Tantanfan atau penolakan individual terhadap perubahan:

  1. Pemrosesan informasi secara selektif.
  2. Kebiasaan (habit).
  3. Kepastian.
  4. Faktor-faktor ekonomi.

Tantatngan Keorganisasian (Organizational Resistance)

  1. Ancaman terhadap alokasi sumber-sumber daya yang berlaku.
  2. Ancaman terhadap hubungan-hubungan kekuasaan yang sudah mapan.
  3. Ancaman bagi ekspertis
  4. Inertia structural
  5. Fokus perubahan terbatas
  6. Inertia kelompok.

Aneka macam perubahan (Jones, 1998:513-515):

  1. Evolusioner >> bersifat gradual, incremental dan terfokuskan secara khusus. Berupaya mencari cara-cara baru untuk menjadi efektif.
  2. Revolusioner >> bersifat mendadak, drastis dan mencakup seluruh organisasi. Berupaya untuk meningkatkan efektivitas bekerjanya suatu organisasi.

Cara untuk menimbulkan hasil secara cepat:

  1. Restrukturisasi

    Dua langkah inti:

  • Organisasi yang bersangkutan mengurangi tingkat diferensiasi dan integrasinya, dengan jalan meniadakan divisi-divisi, departemen-departemen atau tingkatan-tingkatan di dalam hierarki.
  • Organisasi yang bersangkutan melaksanakan kefiatan (downsizing) dengan jalan mengurangi jumlah karyawannya guna menekan biaya operasi.
  1. Re-engineering

    Mencakup upaya untuk memikirkan kembali dan mendesain proses-proses bisnis guna meningkatkan efektifitas keorganisasian.

    Re-engineering dan TQM berkaitan erat dan mereka saling mengkomplementasi.

  2. Inovas

    Proses dimana organisasi2 memanfaatkan keterampilan dan sumberdaya mereka untuk mengembangkan barang-barang dan jasa-jasa baru atau untuk mengembangkan produk baru dan sistem-sistem pengoperasian baru hingga demikian mereka lebik baik dapat bereaksi terhadap kebutuhan-kebutuhan pelanggan mereka.

    Meliputi bidang:

  • Teknologi
  • Kondisi-kondisi ekonomi
  • Kompetisi global
  • Perubahan sosial dan demografik
  • Tantangan-tantangan internal.

10 faktor pokok dalam manajemen perubahan secara efektif:

  1. Perubahan bersifat pervasive (menyebar secara menyeluruh)
  2. Perubahan efektif memerlukan bantuan manajemen senior secara aktif.
  3. Perubahan merupakan kegiatan yang bersifat multidisipliner.
  4. Perubahan berhubungan dengan keberhasilan.
  5. Perubahan berhubungan dengan persoalan manusia.
  6. Perubahan merupakan proses yang berkelanjutan.
  7. Perubahan efektif memerlukan agen perubahan yang kompeten.
  8. Ditinjau dari sisi pandang metadologi, maka tidak ada cara satu-satunya yang terbaik.
  9. Perubahan menyangkut kepemilikan.
  10. Perubahan menyangkut persoalan kegembiraan, tantangan dan peluang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s