Manajemen Konflik

Konflik adalah suatu peristiwa / aktivitas yang sudah dikenal sejak permulaan sejarah umat manusia. Konflik dan perubahan merupakan dua hal yang berkaitan erat satu sama lain. Konflik menimbulkan perubahan dan perubahan menimbulkan konflik.

Hellriegel dan Slocum menunjukkan adanya tiga macam tipe dasar konflik:

  1. Konflik tujuan (goal conflict)

    Terjadi bila hasil akhir yang diinginkan atau hasil yang dipreferensi tidak bersifat kompatible.

  2. Konflik cognitif

    Muncul bila individu2 menyadari bahwa pemikiran mereka atau ide mereka tidak konsisten satu sama lain.

  3. Konflik efektif

    Muncul bila perasaan2 atau emosi2 tidak kompatible satu sama lain (maksudnya orang2 secara kiasan makin gila terhadap satu sama lain dan saling tidak harmonis).

Tiga mazhab tentang konflik:

  1. Pandangan tradisional

    Semua konflik adalah buruk. Semua konflik dipandang negatif.

  2. Pandangan hubungan antar manusia

    Konflik merupakan suaru kejadian yang alamiah yang dapat terjadi pada semua kelompok dan organisasi yang ada. Konflik tidak dapat dihindari karena konflik adalah hal yang wajar.

  3. Pandangan interaksionis

    Merangsang sang pemimpin kelompok untuk mempertahankan suatu tingkat konflik minimum yang berkelanjutan yang cukup membuat kolompok tersebut dapat bertahan, dapat mengkritik diri sendiri dan bersifat kreatif.

    Apakah suatu konflik buruk atau baik tergantung dari tipe konflik yang muncul. Kita perlu membedakan adanya konflik fungsional dan komflik disfungsional.

Konflik fungsional adalah yang berbentuk konstruktif. Konflik demikian menunjang tujuan-tujuan kelompok dan memperbaiki kinerjanya. Konflik disfungsional yang berbentuk destruktif. Konflik menjadi demikian kendala bagi pencapaian kinerja kelompok.

Menurut Stephen P Robin proses konflik terdiri dari 4 macam tahapan:

  1. Oposisi potensial

    Adanya kondisi yang menimbulkan peluang-peluang untuk munculnya konflik.

  2. Kognisi dan personalisasi

    Terdapat potensi untuk oposisi diaktualisasi. Perceived conflict salah satu pihak atau lebih menyadari tentang adanya kondisi-kondisi yang menyebabkan timbulnya peluang untuk munculnya konflik. Felt conflict adanya keterlibatan emosional di dalam suatu konflik yang menyebabkan timbulnya perasaan tidak tenang, tegang, frustasi atau sikap bermusuhan.

  3. Perilaku

    Adanya kesadarna untuk mengganggu upaya pihak lain. Dalam situai ini disebutkan bahwa sudah ada upaya konflik sudah mulai terbuka.

Dimensi orientasi-orientasi penanganan konflik, dibagi:

  1. Persaingan

    Asertif dan tidak koorperatif >> upaya-upaya yang diatur oleh peraturan guna mencapai suatu tujuan tanpa memperhatikan dampaknya terhadap pihak lain.

  2. Kolaborasi

    Asertif dan kooperatif >> sebuah situasi dimana pihak-pihak yang terlibat dalam suatu konflik, mesing-masing berkeinginan untuk memuaskan kepentingan semua pihak tersebut.

  3. Menghindari

    Tidak asertif dan tidak kooperatif

    Upaya untuk menarik diri dari suatu konflik atau upaya untuk meredam suatu konflik.

  4. Akomodasi

    Tidak asertif dan kooperatif

    Kesediaan pihak tertentu di dalam sebuah konflik untuk lebih mementingkan kepentingan pihak oponen (pe-lawan) dibandingkan dengan kepentingan diri.

  5. Kompromis

    Bentuk antara assertiveness dan cooperativeness.

    Sebuah situasi dimana masing-masing pihak di dalam suatu konflik harus mengorbankan suatu hal.

Hasil

Konflik dapat menimbulkan hal yang negatif juga bisa menimbulkan dampak yang bersifat fungsional yang mengakibatkan timbulnya suatu perbaikan dalam kinerja kelompok yang bersangkutan. Tetapi sebaliknya kinerja kelompok dapat dipengaruhi secara negatif, dalam hal imana kita berbicara tentang hasil yang bersifat disfungsional.

Aspek-aspek positif dan negatif dari konflik (Don Hellriegel, 1979):

  1. Aspek positif

    Kebutuhan untuk menyelesaikan konflik menyebabkan orang mencari cara untuk mengubah hal yang sedang berlaku. Dengan demikian proses penyelesaian konflik dapat menyebabkan distimulasinya perubahan positif di dalam organisasi yang bersangkutan.

  2. Aspek Negatif

    Konflik memiliki kecenderungan untuk mengalihkan upaya dari pencapaian tujuan. Kadang-kadang sumberdaya organisasi hanya habis digunakan untuk menyelesaikan masalah konflik. Malah akan dapat timbulnya “biaya” atas kesejahteraan psikological para karyawan. Kerena menurut penelitian pendapat yang berbenturan akan dapat menimbulkan perasaan tidak senang, timbulnya Konflik memiliki kecenderungan untuk mengalihkan upaya dari pencapaian tujuan. Kadang-kadang sumberdaya organisasi hanya habis digunakan untuk menyelesaikan masalah konflik. Malah akan dapat timbulnya “biaya” atas kesejahteraan psikological para karyawan. Kerena menurut penelitian pendapat yang berbenturan akan dapat menimbulkan perasaan tidak senang, timbulnya ketegangan dan ketidak tenteraman.

Tingkatan Konflik

  1. Intrapersonal
  2. Interpersonal
  3. Intragroup
  4. Intergroup

Proses Perubahan

Seorang manager harus tetap mengembangkan strategi untuk melaksanakan perencanaan, pengarahan dan mengendalikan perubahan tersebut. Adanya perubahan dengan sendirinya menimbulkan sejumlah konflik yang tidak dapat dihindari sehingga demikian dapat dikatakan bahwa para manajer umumnya dalam rangka menerapkan manajemen perubahan, harus menerapkan pula manajemen konflik.

Untuk mengatasi perubahan yang terjadi, manajer harus mempunyai keterampilan diagnostic yang sempurna. Mereka harus menganalisis setiap tuntutan yang muncul dilingkungan mereka, maka mereka juga harus menyesuaikan gaya kepemimpinan mereka untuk mengatasi tuntutan tersebut dengan mengembangkan dan menggunakan alat2 untuk mengubah beberapa atau seluruh variable situasional yang dihadapi. Misalnya mengenai gaya kepemimpinan atau gaya manajemen struktur keorganisasian dan saran-saran keorganisasian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s